Tampilkan postingan dengan label Bagi ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagi ilmu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Desember 2012

Pembagian Waktu Di Indonesia


PEMBAGIAN WAKTU DI INDONESIA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah IPS 1
yang diampu oleh Ibu Siti Maesaroh
  
Disusun Oleh:

1.      Tri Oktavia Kurnia Ningtyas     11144600009
2.      Tecky Ardiana                            11144600011
3.      Himawan Agus Candra             11144600021

PROGRAM  STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012

Kamis, 13 Desember 2012

Pancasila Sebagai Ideologi Negara



A. Pengertian dan Makna Ideologi bagi Bangsa dan Negara
1. Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata “idea” dari bahasa Yunani “eidos”, yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar cita-cita dan logos yang berarti ilmu. Kata “eidos” berasal dar bahasa Yunani yang berarti bentuk. Ada lagi kata “idein” yang artinya melihat. Secara harafiah, ideologi dapat diartikan ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the science of ideas) atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar (Ma’mur, 2005: 1-2).
          Pengertian lain secara harafiah, ideologi berarti “a system of idea” suatu rangkaian ide yang terpadu manjadi satu. Dalam penggunaanny, istilah ini dipakai secara khas dalam bidang politik untuk menunjukkan “seperangkat nilai yang terpadu, berkenaan dengan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” (Moerdono,1991: 373-374).
          Ideologi juga dapat diartikan suatu gagasan yang berdasarkan ide tertentu (Darmodiharjo, 1984: 47-48). Apabila ada suatu gagasan yang menjadi pedoman bagi suatu pedoman aksi biasanya disebut Ideologi. Ideologi telah merupakan rangkuman gagasan. Pada umumnya ideologi erat kaitannya dengan politik sehingga sering kita dengar adanya ideologi politik. Erat hubungannya dengan politik ini adalah ideologi nasional, ideologi bangsa.

Teori Sigmund Freud: Psikoanalisis

1. Situasi Ilmiah
            Waktu psikologi mulai timbul sebagai ilmu pengetahuan pada abad XIX di Jerman, maka yang dijadikan objek adalah kesadaran orang normal, dewasa dan beradab. Hal ini timbul karena pengaruh Descrates dengan berpangkal kepada semboyan: Cogito ergo sum menetapkan bahwa objek psikologi adalah kesadaran. Tugas psikologi adalah menganalisis kesadaran itu, kesadaran digambarkan terdiri dari unsur struktural yang sangat erat hubungannya dengan proses-proses dalam panca indera. Psikologi berusaha mencari unsur dasar daripada kesadaran itu dan menentukan bagaimana unsur-unsur itu bergabung (demikianlah Psikologi asosiasi, bahkan sampai pada psikologi Wundt).
            Pendapat tersebut banyak yang menentang, termasuk Freud. Freud menganggap kesadaran hanya merupakan sebagian kecil daripada seluruh kehidupan psikis. Misal: gunung es di tengah lautan, yang ada di atas permukaan air laut itu menggmbarkan kesadaran, sedangkan yang di bawah permukaan air laut menggambarkan ketidaksadaran. Dalam ketidaksadaran tersebut terdapat kekuatan-kekuatan dasar yang mendorong pribadi. Selama 40tahun Freud menjelajah ketidaksadaran itu dengan metode asosiasi bebas dan berhasil mengembangkan teori kepribadian yang kemudian besar sekali pengaruhnya dalam lapangan psikologi.

Kontribusi Perkembangan Emosi


1.       Kontribusi perkembangan emosi
Dengan dibacakan cerita tersebut anak akan menjadi takut saat peri berduri membacakan mantra-mantra jahat dan benci karena peri berduri jahat, sedih saat sang peri tertusuk duri dan tertidur lelap, bahagia dan senang saat semuanya berdansa bersama.
2.       Kontribusi perkembangan intelektual
Alur cerita ini maju sehingga anak bisa dengan mudah memahaminya dan dapat mengikuti jalan ceritanya. Jadi lewat cerita ini aspek intelektual menjadi aktif dan ikut berperan dalam cerita. Dengan membaca aspek intelektual anak tersebut ikut terkembang.
3.       Kontribusi perkembangan imajinasi
Lewat cerita itu anak terbawa untuk berpetualang dalam dunia yang tidak ada dalam kenyataan, lewat cerita ini ana akan mendapatkan suatu hal yang luar biasa dan mendapatkan kepuasan.
4.       Kontribusi pertumbuhan rasa sosial
Cerita ini mengenalkan bagaimana antar tokoh saling berinteraksi untuk bekerjasama mencari penyelesaian suatu masalah yang dihadapi untuk dapat menuju hal yang diinginkan dan mencapai suatu kebersamaan bukan untuk saling menjauhi.